“KiaiKanjeng”, Wilders dan The Clash of Ignorance

Rangkaian tour Kiai Kanjeng (KK) bertajuk Voices and Visions: An Indonesian Muslim Poet Sings a Multifaceted Society di berbagai kota di negeri Belanda telah usai. Rombongan grup pemusik gamelan kontemporer itu telah kembali ke tanah air — kecuali Emha Ainun Nadjib, penyair dan tokoh utama KK, yang masih tertinggal di Belanda untuk menghadiri acara Pertemuan Pelajar dan Pemuda Indonesia di Luar Negeri yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda di Den Haag, 25-26 Oktober 2008.

Membangkitkan Kebangkitan: Paradigma Baru kemandirian

Ribut benar acara-acara Kebangkitan Nasional, dan saya cari-cari di mana diriku di tengah keramaian itu. Berhubung tidak menemukan diriku, maka saya mengandaikan diriku ini cukup penting di tengah orang banyak sehingga ada yang bertanya apa aspirasi saya tentang Kebangkitan Nasional.

Rumah KiaiKanjeng

Sampai saat ini, Kiai Kanjeng telah mengunjungi lebih dari 21 propinsi, 376 kabupaten, 930 kecamatan, dan 1300 desa di seluruh wilayah Nusantara republik Indonesia. Tidak hanya itu, Kiai Kanjeng juga kerapkali diundang ke berbagai pelosok mancanegara, diantaranya adalah tour 6 kota di Mesir (2003), Malaysia (2003, 2005, 2006), Inggris (6 kota, 2004), Skotlandia (serangkai dengan Jerman dan Italia, 2005), Finlandia (2006), Hong Kong (2007), Belanda (2009) dan Abudabi (2009).

KiaiKanjeng, Kelompok Musik Plus

Menyebut nama KiaiKanjeng mengantar ingatan segera tertuju pada, pertama, Cak Nun, dan kedua, gamelan. Cak Nun? Ya, karena sesungguhnya harus diakui komposisi KiaiKanjeng — Cak Nun merupakan suatu gumpalan kekuatan yang dahsyat dan fenomenal. Komposisi inilah yang mengantarkan persenyawaan KiaiKanjeng — Cak Nun, sampai sejauh ini, mampu menembus begitu banyak dimensi nilai dan kehidupan yang belum tentu sanggup digapai kelompok-kelompok musik lainnya. Komposisi ini membuat KiaiKanjeng bukan sekadar kelompok musik. Minimal, itu disebabkan karena KiaiKanjeng adalah kelompok musik yang bisa digambarkan melalui kerangka plus. Kira-kira seperti ini maksudnya.