Kiaikanjeng Terus Berjalan

KiaiKanjeng mensyukuri lahirnya album Terus Berjalan sebagaimana KiaiKanjeng mensyukuri segala sesuatu yang dialami dan dijalaninya dalam kehidupan sehari-hari termasuk seperti saat ini ketika misalnya KiaiKanjeng sedang berada di Abu Dhabi untuk acara Indonesian Cultural Night 2008 20-25 November 2008 di Gedung Cultural Foundation Abu Dhabi. Sebelumnya di negeri Kincir Angin Belanda selama kurang lebih 2 minggu (6-20 Oktober 2008).

“KiaiKanjeng”, Wilders dan The Clash of Ignorance

Rangkaian tour Kiai Kanjeng (KK) bertajuk Voices and Visions: An Indonesian Muslim Poet Sings a Multifaceted Society di berbagai kota di negeri Belanda telah usai. Rombongan grup pemusik gamelan kontemporer itu telah kembali ke tanah air — kecuali Emha Ainun Nadjib, penyair dan tokoh utama KK, yang masih tertinggal di Belanda untuk menghadiri acara Pertemuan Pelajar dan Pemuda Indonesia di Luar Negeri yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda di Den Haag, 25-26 Oktober 2008.

Bukan Megawati, Tapi Firaun

Tiga hari sebelum berangkat ke Mesir ada delapan orang tamu mendatangi pos maiyah di Kasihan Bantul Jogja. Mereka bercerita panjang tentang perjalanan thariqat mereka, dan di ujungnya berkata tentang Firaun — padahal mereka tidak tahu bahwa kami akan berangkat ke kampungnya tokoh yang mereka sebut itu.

Jabal Musa: 2750 Trap Curam Menuju Tangis

Kalau tidak karena ada Nabi Musa di puncak sana, tak maulah capek-capek naik ke Gunung Katerina alias Jabal Musa. Dari pos berhentinya bis menuju awal pendakian gunung yang pertama saja mending jalan kaki Jombang-Surabaya. Setelah itu harus mendaki jalan naik rata-rata 30 derajat, berkelok-kelok, melintir-melintir seperti menelusuri badan ular raksasa yang amat sangat panjang — ular raksasa yang meliliti dua gunung.